Category Archives: Berita

  • 0

Unit Bisnis UIN Jakarta Penting Miliki SOP

Category : Berita

DI8W6301

Gedung Kopertais, BERITA UIN Online – Pesatnya pertumbuhan unit-unit bisnis di UIN Jakarta dinilai belum diiringi dengan penguatan kapasitas, sehingga publik secara umum masih melihat kinerja unit-unit bisnis tersebut belum berjalan secara optimal. Selain belum berjalan efektif, kultur para pengelolanya juga belum berorientasi pada pengaturan institusi dan sistem. Padahal, penguatan kapasitas pengelolaan unit bisnis yang memadai memiliki peran sangat signifikan dalam menjalankan bisnis dan ekonomi di kampus tersebut.

Demikian benang merah yang diperoleh dalam penyelenggaraan Workshop Penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) dan Laporan Kinerja Pengembangan Unit Bisnis UIN Jakarta yang digelar Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pengembangan Bisnis UIN Jakarta di Gedung Kopertais kampus 2 selama dua hari pada 8-9 Agustus 2016. Hadir sebagai narasumber, antara lain, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Prof Dr Abdul Hamid, Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian Dr Rudi Subiyantoro, Direktur Pemasaran PT Intermark Indonesia Poppy Sayoga, dan Manajer Pemasaran Panorama Bali Nurlis Abas. Workshop diikuti oleh para pelaku bisnis di UIN Jakarta.

Abdul Hamid mengatakan, pelaksanaan dan pengembangan unit bisnis di antaranya tak hanya bermodalkan kepada sumber daya manusia melainkan juga pada sistem dan mekanisme pengelolaannya. Dalam hal ini, pengelolaan bisnis penting menerapkan standard operating procedure (SOP) agar usaha tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Bila tanpa menerapkan SOP, setiap aktivitas bisnis tidak bakal mendatangkan untung,” tandasnya.

Penerapan SOP, kata Abdul Hamid, sangat berperan penting dalam mengembangkan setiap aktivitas bisnis. SOP bukan sebagai partnership tetapi lebih untuk para pemangku kepentingan. “Saya minta pusat bisnis UIN Jakarta harus make opportunity (membuat kesempatan) lebih banyak dalam mengelola dan mengembangkan bisnisnya,” ujar mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta tersebut.

Berdasarkan catatan BERITA UIN Online, UIN Jakarta saat ini memiliki sejumlah unit bisnis, baik yang dikelola oleh yayasan maupun UPT. Unit-unit bisnis tersebut bergerak di bidang properti, pendidikan, kesehatan, dan bersifat sosial.  Di antara unit bisnis itu sebagian sudah berkembang baik tetapi tidak sedikit pula yang masih membutuhkan penanganan secara khusus.

Kepala Pusat Pengembangan Bisnis Dr Abdul Rozak mengatakan, pengelolaan beberapa unit bisnis yang belum berjalan efektif setidaknya dapat diidentifikasi dalam tiga hal. Pertama, sebagian besar para pengelola unit bisnis tergolong pemain baru dan masih mencari bentuk serta struktur unit bisnisnya. Kedua, para pengelola atau sumber daya manusia belum fokus dan masih menjadikan unit bisnis sebagai pekerjaan sampingan. Ketiga, belum adanya sistem yang baik sehingga berpengaruh kepada kinerja.

“Nah, dengan penerapan SOP, diharapkan pekerjaan dapat terlaksana dengan baik, tepat waktu dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Abdul Rozak menjelaskan, SOP unit bisnis memiliki peran yang besar untuk menciptakan unit-unit bisnis yang efektif, efisien, dan konsisten dalam memberi pelayanan kepada warga sivitas akademika UIN Jakarta dan masyarakat. Karena itu pedoman penyusunan SOP tersebut menjadi instrumen yang penting agar terjadi peningkatan baik dari segi akuntabilitas maupun kepercayaan dari para pemangku kepentingan. (ns)

Sumber: http://www.uinjkt.ac.id/id/unit-bisnis-uin-jakarta-penting-miliki-sop/


  • 0

Empat Golongan Manusia Menurut Al-Ghazali

Category : Berita

A-Razak-Sastra

Oleh : Dr. KH. Abdul Rozak A. Sastra MA

Kau inginkan kesuksesan dan hidup terhormat, tetapi kerjaanmu hanya tidur. Cobalah kau perhatikan penyelam-penyelam yang turun ke dalam lautan untuk mencari intan permata. Mereka tidak pernah tidur sampai mendapatkannya.

Jika kita sudah hidup di dalam Islam, maka kita termasuk orang-orang yang paling beruntung. Apalagi jika mengikuti regulasi/aturan-aturan dalam Islam yang sudah tertera dalam al-Quran dan al Hadits. Puasa di bulan ramadhan dengan merasakan haus dan lapar merupakan contoh kecil dari kebahagian dan keberuntungan seorang muslim karena ini adalah pendidikan untuk menjadi orang yang bertakwa.

Imam al-Ghazali mengelompokan manusia kedalam empat golongan. Pertama, golongan orang yang bahagia di dunia dan di akhirat. Kelompok ini memiliki dasar yang kokoh yaitu dengan iman, dan sandarannya adalah ibadah solat. Beribadah puasa memiliki nilai tasawuf, akan tetapi jika shalatnya masih lalai maka amalan ibadah puasanya menjadi tidak berarti karena solat adalah tiangnya agama.

Seseorang tidak akan merasa hidup jika ia tidak merasa selamat. Dia tidak akan merasa selamat kalau ia tidak melakukan suatu perbuatan. Dan tidak akan ada perbuatan kalau dalam dirinya tidak ada kepercayaan/keyakinan. Sementara keyakinan itu tidak akan ada kalau hidayah tauhid kepada Allah SWT tidak masuk kedalam hatinya. Inilah regulasi dalam Islam.

Kedua, golongan manusia yang bahagia di dunia dancelaka di akhirat. Kelompok manusia ini adalah mereka yang tidak mau mengikuti regulasi/aturan agama Islam. Ada banyak orang yang mengaku beragama Islam, tetapi untuk membaca alQuran saja belum mampu. Ada banyak orang kaya di dunia, tetapi karena kekayaannya ia menjadi lupa beribadah kepada Allah SWT dan menjadi sombong. Orang seperti ini banyak kita temukan disekitar kita.

Ketiga, golongan manusia yang menderita di dunia tetapi bahagia di akhirat. Kelompok ini mungkin hanya sedikit. Mereka yang rela hidup di dunia dengan segala kekurangan atau kemiskinan tetapi tetap tidak melupakan melupakan Allah SWT, ia rajin beribadah, senantiasa menolong sesama dan rajin bersilaturrahim.Ini mungkin hanya satu dari seribu orang. Mereka menyadari bahwa kekayaan bukan dilihat dari seberapa banyak harta yang dimiliki, akan tetapi kekayaan sesungguhnya adalah dilihat dari kedermawanan hati.

Keempat, golongan manusia yang celaka di dunia dan celaka pula di akhirat. Kelompok ini adalah kelompok orang yang tidak pernah berfikir, sudah miskin di dunia, segala sesuatunya serba kekurangan, sering melakukan perbuatan maksiat dan dia juga tidak pernah beribadah kepada Allah SWT. Kelompok ini biasanya selalu menantang regulasi/aturan agama yang ada.

Mudah-mudahan kita termasuk kepada golongan yang pertama, dan dijauhkan dari golongan keempat. Dia sudah punya iman dan mengamalkan Islam, dia memegang akhlak. Akhlak pada dirinya, Allah dan sesama manusia.Aamiin Ya Robbal Aalamiin

Disarikan oleh Nur Jamal Shaid dari Kultum Ramadhan Dr. KH. Abdul Rozak A. Sastra MA di Mesjid Al-Jami’ah UIN Jakarta, Rabu 08 Juni 2016. 

Link Sumber: http://www.uinjkt.ac.id/id/empat-golongan-manusia-menurut-al-ghazali/